Kau yang
jauh di sana
Kau yang
bagai cahaya terang dalam gelapku
Kau yang bagai pemusnah
kegundahan hatiku
Aku terbungkam
Aku mematung
Mata tak berkedip, mulut
terkunci, hidung tak bernafas
Seolah jantung tak berdetak
Terlalu indah kata yang kau
tuliskan
Hingga bumi enggan berputar
menemaniku melantunkan syair permatamu
Di sana, di biru langit
itu, aku akan menuliskan namamu
Selanjutnya senja
Kepada senja aku meminta
melukiskan dirimu yang mempesona
Hingga gelapnya langit
Akan ku sinari langit gelap
itu dengan kasih dan sayangmu
Terbelenggu aku berlari
Terseok aku berdiri
Lumpuh aku mencari
Mengerjar mimpi bersamamu
Meniti jalan menemuimu
Semoga bertemu kita dalam
naungan-Nya
[by: al-Muzakky, Cairo, 07 Agustus 2013]
.jpg)







.jpg)

.jpg)
Post a Comment