Ku ambil netbook-ku di lemari, dan tak sengaja sebuah
lipatan kertas jatuh ke lantai. Ku berpikir, apa ini? Setelah ku buka dan ku
baca, ternyata adalah surat sahabatku di hari ulang tahunku yang beberapa hari
ini telah terlupakan. Masya Allah, dia yang selalu menghiasi hari-hariku,
dia yang selalu ada dalam suka-dukaku, dia yang menjadi best friend-ku.
Bagaimana kabarmu sekarang sahabatku? Aku sangat merindukanmu. Ku baca lagi
suratnya beberapa kali.
Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Sahabatku…
Saat semua telah pergi akan tinggal kenangan…
Saat kau akan jauh dari dunia Khozin ini…
Saat kau berada di dunia barumu…
Ku selalu berharap semoga tak kan kau lupa…
Ku selalu berharap kau bisa selalu beri kabar akan keadaanmu yang
jauh disana…
Kini aku telah merasakan betapa jauhnya diriku dan dirimu,
meskipun aku belum tahu kapan keberangkatanmu menuju cita-cita…
Semoga semua itu hanya perasaanku saja yang tak akan menjadi nyata…
Semoga kamu kan selalu ingat aku yang selalu merepotkanmu…
Meskipun hanya sekedar “nama”…
Aku bangga akan dirimu sahabatku…
Terima kasih…
Maaf…
Di hari ini aku tak bisa memberi apa-apa, melainnkan “semoga apa
yang menjadi cita-citamu bisa kamu raih”…
Sahabatku…
Maaf dan terima kasih tuk semuanya…
I will always miss you…
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
[Blora, 09 Juli 2012]
Sahabatku yang selalu di hati, aku juga akan selalu merindukanmu.
Semoga kita dapat berjumpa kembali setelah studiku di dunia Mesir ini. Semoga
Allah memberi umur panjang dalam ridla-Nya dan memberikan kesuksesan kepada
kita. Amiin…
[Cairo, Kamis, 16 Nop 2012]








.jpg)

.jpg)
Post a Comment