![]() |
| Syaikh al-Azhar kedua: Syaikh Ibrahim al-Barmawy |
Beliau adalah Syaikh al-Alamah
al-Imam Ibrahim bin Muhammad bin Syihabuddin bin Khalid al-Barmawy. Lahir di
desa Barma, markaz Thanta, propinsi Gharbiyah.
Masa kecil beliau dihabiskan
dikampung dengan lingkungan yang sangat islami. Saat itu di desa Barma terdapat
banyak ulama yang mengajarkan ilmu agama dan kebudayaan. Sebut saja, Syaikh
Syamsuddin al-Barmawy dan Syaikh Ali al-Barmawy. Konon, lingkungan beliau di
desa adalah faktor utama yang menjadikan beliau seorang ulama besar yang
disegani.
Syaikh Ibrahim al-Barmawy menghafal
al-Qur’an dan belajar di al-Azhar kepada para ulama terkemuka, utamanya kepada
Syaikh Abu al-Abbas Syihabuddin Muhammad bin Ahmad al-Qulyuby. Syaikh Ibrahim
adalah ulama Syafi’iyyah terkemuka di zamannya. Salah satu murid beliau adalah
Syaikh Ibrahim al-Bayumi yang kelak juga diangkat menjadi Syaikh al-Azhar.
Beliau diangkat menjadi Syaikh
al-Azhar pada tahun 1101 H. menggantikan Syaikh Muhammad bin Abdullah
al-Kharrasyi.
Karya-karya beliau, diantaranya:
- Hasyiyah ala Syarh al-Syaikh al-Qarrafy
- Hasyiyah ala Syarh Abu Qasim
- Risalah fi ahkam fal-qaul haul al-kalb wa al-khinzir ala madzab al-Syafi’i
- Al-mitsaq wa al-‘ahd fi man ta’allama fi al-mahd
Sumber: al-Azhar al-Syarif fi Dhaui
Sirati A’lamihi al-Ajilla, karya Dr. Abdullah Salamah Nasr.








.jpg)

.jpg)
Post a Comment